Yogyakarta – Pembangunan Hijau harus menjadi bagian utama yang terIntegrasi dengan, RPJMD disusun secara sistematis, partisipatif, dan terintegrasi,  memperhatikan keselarasan dengan RPJPD, RPJMN, RPJMD Provinsi, RTRW, dan KLHS. Artinya, aspek keberlanjutan sudah masuk sejak tahap perencanaan.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Mahakam Ulu (Mahulu) Suhuk, S.E., saat mewakili  Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, menghadiri kegiatan Ekspose Program SIGAP di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) bertajuk “Simpul Hijau; Merayakan Kolaborasi Pembangunan Daerah dan Desa/Kampung”, yang berlangsung di Hotel Santika Yogyakarta, Selasa (12/05/2026)

Suhuk memaparkan ekosistem hutan tropis terlindungi Perlindungan hutan, pencegahan deforestasi, dan penjagaan bentang alam. Energi terbarukan & rendah karbon dorongan pada inisiatif energi terbarukan dan agenda pembangunan hijau.

“Ketahanan iklim &  risiko bencana mitigasi bencana, adaptasi iklim, dan peningkatan resiliensi wilayah. Kearifan lokal masyarakat adat, nilai adat diintegrasikan ke dalam tata kelola lingkungan, berbasis pembangunan hijau,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini Wabup sekaligus menyampaikan keadaan infrastruktur, dan kendala-kendala dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Mahulu, terkhusus guna dalam mendukung, pembangunan hijau ini.

“Jadi harapan kita masyarakat Mahulu, dengan kekayaan alam yang begitu melimpah, kami memohon pemerintah pusat untuk melihat kami, Mahulu merupakan salah satu paru-paru dunia, yang memang menjadi kendala terbesar kami adalah akses jalan darat, karena selama ini sangat berpengaruh terhadap percepatan pembangunan di Kabupaten Mahulu,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Pembangunan Indonesia Barat Kedeputian Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/BAPPENAS Dr. rer. nat. Jayadi, S.Si., MSE., M.A. Isu Strategis dan Dukungan Pembangunan Wilayah di Kalimantan Timur Penguatan infrastruktur konektivitas dan sarana penunjang logistik, yang juga menjadi konsentrasi kementerian meliputi: Pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan jalan nasional dan jalan provinsi.

“Ada juga dukungan percepatan Pembangunan dan pengembangan Bandara Ujoh Bilang (Kab. Mahakam Ulu) dan Bandara Maratua (Kab. Berau), Pengembangan Bandara Nusantara (Kab. Penajam Paser Utara). Pembangunan dan preservasi jalan koridor logistik (backbone), di antaranya ruas Tering–Ujoh Bilang dan koridor logistik Tering–Long Bagun,”bebernya.

Selain itu juga, peningkatan konektivitas tenaga listrik disertai pemanfaatan EBT dan peningkatan digitalisasi pengembangan permukiman dan pemenuhan akses air minum, sanitasi aman, serta pengelolaan sampah terpadu. (Prokopim/aim)

 

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *