Samarinda – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, yang dalam hal ini Wakil Bupati Mahulu (Wabup), Suhuk, S.E., yang didampingi Kepala Bappelitbangda Mahulu, Yohanes Andy Abeh, S.Sos., M.Si., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2027, bertempat di Gedung Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Jl. Gajah Mada, Samarinda. Kamis (30/4/2026)
Kegiatan yang digelar secara luring dan daring ini, dibuka resmi oleh Gubernur Kaltim, Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E., didampingi Wakil Gubernur Kaltim, Ir. H. Seno Aji, M.Si., Sekretaris Provinsi Kaltim, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, serta dihadiri 300 orang peserta dari beragam latar belakang pemangku kepentingan.
Pada forum tersebut, Wabup Mahulu memaparkan fokus pembangunan Kabupaten Mahulu Tahun 2027 yang diarahkan pada pemerataan pembangunan dan keberlanjutan. Ia menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan difokuskan pada tiga hal utama, yakni pemerataan layanan dasar dan konektivitas wilayah, penguatan ekonomi lokal berbasis potensi unggulan yang berwawasan lingkungan, serta digitalisasi tata kelola pemerintahan.
“Pembangunan kita harus benar-benar terarah. Dengan kondisi fiskal daerah yang masih terbatas dan bergantung pada transfer pusat, maka setiap program harus difokuskan pada prioritas yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wabup menyampaikan bahwa target pembangunan tahun 2027 diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penurunan angka kemiskinan, serta penguatan pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, strategi pembangunan disusun secara realistis dan bertahap dengan menitikberatkan pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengendalian pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan banyaknya program, tetapi manfaat yang benar-benar dirasakan,” tegasnya.
Dalam paparannya, Wabup juga menyoroti prioritas pembangunan infrastruktur sebagai kunci percepatan pembangunan wilayah. Beberapa ruas strategis yang menjadi perhatian antara lain Long Bagun–Long Pahangai, Long Bagun–Long Boh, serta pembangunan Jembatan Long Bagun Seberang. Selain itu, penyelesaian ruas Long Pakaq menuju jalan poros turut didorong untuk memperkuat konektivitas antar wilayah.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Mahulu juga terus mempersiapkan dokumen teknis seperti Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED), serta dokumen lingkungan guna memastikan kesiapan pelaksanaan pembangunan.
Pada kesempatan tersebut, Wabup juga memohon dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memfasilitasi usulan pembangunan ke Pemerintah Pusat, khususnya pada ruas Long Pahangai–Tiong Ohang dan pembukaan jalan Sungai Kacu menuju Long Apari sebagai akses strategis wilayah hulu.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar menghubungkan wilayah, tetapi juga membuka akses pelayanan, memperkuat perekonomian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Membangun Mahulu bukan hanya soal kecepatan, tetapi bagaimana memastikan seluruh wilayah dapat berjalan bersama dan merasakan hasil pembangunan,” pungkasnya.
Kegiatan Musrenbang RKPD Provinsi Kaltim Tahun 2027 ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan arah kebijakan pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, guna mewujudkan pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan. (Prokopim/tha)


Tidak Ada Komentar