Ngaraang Aru sampai pagi, yang di pimpin langsung oleh Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, SH berserta Wakil Bupati Mahulu Drs. Y. Juan Jenau, Sekretaris Daerah Drs. Yohanes Avun, M.Si, Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Mahulu Ny. Yovita Bulan Bonifasius, Wakil Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Mahulu Ny. Martina Luaq Juan, SKM, master sapeq asal Malinau Kalimantan Utara Uyau Moris , sejumlah Kepala OPD yang juga diikuti oleh masing-masing kontingen dari lima Kecamatan. by hms8


Bupati Ucapkan Terima Kasih Kepada Seluruh Masyarakat Mahulu

UJOH BILANG- Beragam kesan lahir dari pagelaran Festival Hudoq Cross Border 2019. Suksesnya event tahunan itu juga tak lepas dari kerja sama seluruh elemen yang terlibat. Baik panitia ataupun masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia dan seluruh masyarakat Kabupaten Mahulu, yang telah bekerja keras dan cerdas dalam mempersiapkan, melaksanakan dan mengakhiri pagelaran Hudoq Crossborder tahun 2019 ini sedemikian rapi, sehingga semua berjalan sesuai dengan harapan kita bersama,” ujar Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh, SH.

Hal ini disampaikan Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh saat menutup rangkaian Festival Hudoq Cross Border Kabupaten Mahulu Tahun 2019, di Lapangan Kampung Ujoh Bilang, Sabtu (26/10) malam.

Setelah bergembira mengikuti pagelaran Hudoq Crossborder 2019 bersama masyarakat Mahulu, Bupati Mahulu sangat berharap bahwa semua warga Kabupaten Mahulu, akan semakin taat beribadah, sesuai dengan keimanan dan ajaran agamanya masing-masing.

“Dulu, leluhur kita selalu memohon kepada Sang Mulia Yang Agung, agar diberi panen yang melimpah. Sekarang, kita wajib mempedomani tradisi berdoa dalam setiap melaksanakan tugas kita masing-masing dan bersyukur atas hasil yang kita peroleh,” ucapnya.

Kembali Bupati menjelaskan, hudoq bukan sekadar tarian adat. Kegiatan ini lebih merupakan sebuah cipta karsa yang berakar dari keluhuran budi dan pemahaman yang mendalam tentang lingkungan alam. Keduanya kemudian bermuara pada pengakuan tentang adanya kekuatan Yang Maha Agung, yang menjadi sesembahan leluhur etnis Dayak.

“Empat hari lamanya, kita berkumpul bersama di tempat ini, untuk sama-sama menikmati acara pagelaran Hudoq Cross Border tahun 2019 ini, sekaligus menangkap makna yang terkandung di dalamnya, untuk dijadikan sebagai salah satu pegangan hidup,” ungkap Bupati.

Saat pergelaran Festival Hudoq Cross Border tahun 2019 Bupati Mahulu aktif ikut bersama masyarakat pada tiap-tiap rangkaian acara. Terutama saat malam pembukaan Bupati ikut serta dalam ngaraang aru, menari hudoq dan ikut saat prosesi ritual nebeq sampai dengan prosesi penutupan festival hudoq tersebut.(hms8/td)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *