Penyusunan Renstra diarahkan lebih fokus dan terukur untuk menjawab tantangan fiskal daerah
SAMARINDA – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, menegaskan pentingnya penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah yang fokus, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat dalam kegiatan pendampingan teknis penyusunan Renstra 2025–2029 di Ballroom Hotel Puri Senyiur, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan ini diikuti seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahulu dan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Angela Idang Belawan, menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini menuntut perubahan pola kerja yang lebih efektif dan efisien.
“Kemampuan fiskal daerah yang terbatas menuntut kita untuk bekerja lebih cermat, lebih efisien, dan lebih tepat sasaran dalam menyusun perencanaan pembangunan,” ujarnya.
Angela Idang Belawan menekankan empat fokus utama dalam penyusunan Renstra, yakni pembangunan infrastruktur dan lingkungan hidup untuk membuka keterisolasian wilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, serta reformasi tata kelola pemerintahan berbasis kinerja dan digitalisasi.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya sinkronisasi antara Renstra perangkat daerah dengan dokumen perencanaan lainnya, termasuk RPJMD dan target pembangunan nasional, agar pelaksanaan pembangunan berjalan selaras dan terukur.
“Renstra tidak boleh berdiri sendiri, tetapi harus selaras dengan RPJMD, mendukung target nasional, serta terintegrasi dengan rencana kinerja tahunan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa kualitas perencanaan akan menentukan arah pembangunan daerah ke depan. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diminta tidak menyusun program sekadar memenuhi kewajiban administratif.
“Saya tidak ingin lagi ada program yang tidak selaras dengan prioritas daerah, kegiatan tanpa indikator yang jelas, atau perencanaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa ke depan, kinerja perangkat daerah akan diukur dari hasil dan dampak yang dihasilkan, bukan dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan.
“Perencanaan yang baik bukan diukur dari banyaknya program, tetapi dari seberapa besar dampaknya bagi masyarakat. Dengan keterbatasan fiskal yang ada, setiap kebijakan dan anggaran harus benar-benar menjadi solusi bagi pembangunan daerah,” tandasnya.
Melalui pendampingan teknis ini, Bupati Angela Idang Belawan, berharap dapat menghasilkan dokumen Renstra yang berkualitas, implementatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan lima tahun ke depan. (Prokopim/vta)


Tidak Ada Komentar