Ujoh Bilang – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan didampingi Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, S.E., menerima sebanyak 9,7 ton bantuan cadangan pangan, bahan pokok penting, dan energi (LPG serta bahan bakar) pada Rabu (19/8/2026) sore.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di tengah kondisi kemarau yang berdampak terhadap distribusi barang ke wilayah hulu Mahakam.

Bupati Angela Idang Belawan mengatakan, bantuan tersebut akan disalurkan melalui skema Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar Murah (OPM). Untuk tahap awal, GPM dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) akan diarahkan ke Long Pahangai, sedangkan OPM dari Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (EkoSDA) dijadwalkan menyasar Long Apari sekitar 24 Agustus.

“Yang sudah sampai hari ini sebanyak 9,7 ton. Ini akan kita bawa ke Long Apari dan Long Pahangai. Kita bersyukur karena sudah ada sembako yang bisa kita kerahkan ke Long Pahangai maupun ke Long Apari,” kata Angela usai menerima bantuan.

Menurutnya, bantuan yang tiba tersebut belum merupakan keseluruhan bantuan pangan yang akan diterima Mahulu. DKPP masih mengirimkan sekitar tujuh ton bantuan yang diperkirakan tiba pada malam hari, sehingga total bantuan pangan yang akan dikerahkan mencapai lebih dari 16 ton.

“Tidak hanya 9,7 ton ini. Ada dari DKPP sekitar tujuh ton, jadi totalnya sekitar 16 sekian ton dan akan langsung disalurkan ke Long Pahangai. Sedangkan dari EkoSDA akan dibawa ke Long Apari. Kita akan berbagi,” jelas Angela.

Angela menjelaskan, salah satu kendala utama dalam pengiriman bantuan dari pemerintah provinsi saat ini adalah biaya angkutan. Karena itu, Pemkab Mahulu akan mengupayakan penggunaan armada pemerintah daerah maupun menanggung biaya angkut agar distribusi bantuan tidak terhambat.

“Bagaimanapun caranya yang penting tercukupi sembako yang ada di Long Apari, Long Pahangai, bahkan di tiga kecamatan yang di hilir ini. Entah nanti dengan armada kita sendiri ataupun dengan ongkos angkut yang kita bebankan ke Pemda. Setidaknya provinsi sudah membantu kita dengan barangnya, bahan sembakonya,” katanya.

Bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut dikirim dari Samarinda menuju Long Bagun. Selain pangan, bantuan juga mencakup LPG untuk menjaga ketersediaan energi rumah tangga di tengah terganggunya distribusi akibat kondisi kemarau dan surutnya Sungai Mahakam.

Pertamina Patra Niaga melalui mitra penyalur atau agen LPG mengirimkan 720 tabung LPG 3 kilogram serta 200 tabung Bright Gas 12 kilogram. Sementara bantuan pangan terdiri atas 330 sak beras Premium Kita kemasan 5 kilogram, 600 pcs Minyakita kemasan 2 liter, dan 1.200 pcs gula Rose Brand kemasan 1 kilogram.

Bantuan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan operasi pasar untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus membantu mengendalikan harga kebutuhan pokok yang terdampak kendala distribusi.

Di tengah kondisi distribusi yang masih mahal, Pemkab Mahulu juga menyiapkan langkah melalui pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT). Namun, Angela menegaskan BTT tidak sepenuhnya diarahkan untuk pembelian sembako, melainkan diprioritaskan untuk memperbaiki akses jalan Long Pakaq menuju Tiong Ohang yang saat ini mengalami banyak titik putus.

“Untuk BTT Mahulu kita lebih mengutamakan untuk jalan dari Long Pakaq ke Tiong Ohang karena kondisi jalan di sana banyak yang terputus. Itu yang mau kita kerjakan supaya jalan Long Pakaq dan Tiong Ohang bisa punya kondisi yang lebih baik dan bisa tembus menggunakan mobil,” jelasnya.

Menurut Angela, pembukaan akses darat tersebut diharapkan dapat menekan biaya distribusi barang ke wilayah hulu. Selama ini, pengangkutan melalui sungai membutuhkan biaya besar sehingga turut mempengaruhi harga kebutuhan pokok masyarakat.

Berdasarkan laporan Camat Long Apari Petrus Ngo, tarif angkutan menggunakan perahu ketinting dari Long Lunuk menuju sejumlah wilayah mencapai jutaan rupiah per perjalanan. Untuk rute Long Lunuk–Tiong Ohang, tarif angkutan mencapai Rp2,75 juta per perahu, ditambah BBM 25 liter. Sementara rute Long Lunuk–Noha Silat mencapai Rp 4,25 juta ditambah 45 liter BBM, dan Long Lunuk–Long Apari/Noha Tivab mencapai Rp5,55 juta ditambah 65 liter BBM.

“Harapan kita dengan pembukaan jalan ini akan menekan harga, karena ongkos angkut lebih murah daripada sebelumnya. Kita tahu sendiri ongkos angkut lewat sungai lebih tinggi daripada lewat darat,” kata Angela.

Pemkab Mahulu selanjutnya akan membawa kebutuhan peningkatan akses tersebut kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur dapat terus dilanjutkan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas sekaligus mengurangi beban biaya distribusi ke wilayah hulu.

Selain kebutuhan pangan dan infrastruktur, Pemkab Mahulu juga akan memetakan kebutuhan kelompok masyarakat yang dinilai rentan selama kondisi kemarau dan gangguan distribusi. Obat-obatan serta kebutuhan balita, bayi, ibu hamil, lansia dan masyarakat yang sedang sakit akan menjadi perhatian khusus pemerintah daerah.

“Tidak hanya masyarakat umum, tapi yang spesial seperti ibu hamil, balita, bayi, lansia dan orang sakit juga perlu kita utamakan,” ujarnya.

Selanjutnya, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diminta menyusun kebutuhan berdasarkan data di lapangan agar penanganan yang dilakukan pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat. (Prokopim)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *