Samarinda – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, menegaskan bahwa Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) harus dikelola secara terintegrasi lintas sektor, dengan menempatkan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai tujuan utama.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Sosialisasi Tugas dan Fungsi Tim Pembina Posyandu Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2026, di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Sabtu (08/08/2026)
Bupati menekankan bahwa paradigma Posyandu telah berubah seiring hadirnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, dimana Posyandu menjadi wadah integrasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Posyandu bukan hanya urusan Dinas Kesehatan. Seluruh perangkat daerah memiliki peran sesuai bidangnya, dan harus berjalan dalam satu koordinasi. Tidak boleh ada ego sektoral,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa keterlibatan dalam Tim Pembina Posyandu tidak boleh bersifat administratif semata, tetapi harus diwujudkan dalam kinerja yang aktif, terukur, dan berdampak.
Ia juga menyoroti pentingnya keseriusan aparatur dalam mengikuti setiap kegiatan, termasuk dalam menyerap materi, arahan, dan kebijakan yang disampaikan.
“Setiap kegiatan harus diikuti dengan sungguh-sungguh. Pahami materi yang disampaikan, catat arahannya, dan pastikan dapat ditindaklanjuti. Jangan sampai kegiatan hanya dihadiri secara formalitas tanpa memberikan pemahaman dan kontribusi nyata dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Angela Idang Belawan juga menegaskan pentingnya komunikasi yang efektif antar perangkat daerah, dengan menempatkan personil yang kompeten dan aktif sebagai penghubung koordinasi.
“Komunikasi yang baik akan melahirkan koordinasi yang kuat. Karena itu, tunjuk personil yang benar-benar mampu bekerja, aktif berkoordinasi, dan memahami substansi tugasnya,” tegasnya.
Ia kembali mengingatkan bahwa seluruh program yang dilaksanakan harus bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi target kegiatan administratif.
“Kita tidak sedang mengejar penilaian semata. Yang kita kejar adalah manfaat. Percuma jika laporan kita baik, tetapi masyarakat di kampung masih menghadapi persoalan yang belum terselesaikan,” ungkapnya.
Bupati juga menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan masyarakat secara detail hingga tingkat kecamatan dan kampung, serta sinkronisasi program sejak tahap perencanaan agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan.
Bupati menggarisbawahi prinsip kerja yang harus dibangun bersama, yakni satu data, satu koordinasi, satu gerakan, dan satu tujuan, sebagai fondasi dalam menghadirkan pelayanan dasar yang lebih tepat sasaran dan berdampak luas.
“Posyandu harus benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam struktur. Masyarakat tidak boleh hanya menjadi objek pendataan, tetapi harus merasakan pelayanan dan penyelesaian atas persoalan yang dihadapi,” tegasnya.
Dengan komitmen bersama, Bupati optimistis Tim Pembina Posyandu Kabupaten Mahakam Ulu akan menjadi motor penggerak dalam memperkuat pelayanan dasar dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Prokopim/tha)


Tidak Ada Komentar