Samarinda — Wakil Bupati (Wabup) Mahakam Ulu (Mahulu), Suhuk, S.E., menunjukkan kepedulian dan sikap responsif Pemerintah Kabupaten Mahulu terhadap isu yang berkembang di media sosial terkait nominal beasiswa mahasiswa tahun 2025 yang dinilai menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah daerah memastikan setiap aspirasi mahasiswa ditanggapi secara serius, proporsional, dan bertanggung jawab.

Samarinda — Wakil Bupati (Wabup) Mahakam Ulu (Mahulu), Suhuk, S.E., menunjukkan kepedulian dan sikap responsif Pemerintah Kabupaten Mahulu terhadap isu yang berkembang di media sosial terkait nominal beasiswa mahasiswa tahun 2025 yang dinilai menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah daerah memastikan setiap aspirasi mahasiswa ditanggapi secara serius, proporsional, dan bertanggung jawab.

Dalam pertemuan bersama dengan perwakilan mahasiswa Mahulu bertempat di Fox Lite Hotel Samarinda, pada Jumat (09/01/2026). Dihadiri perwakilan mahasiswa yang tergabung di dalam organisasi Keluarga Besar Mahasiswa Kabupaten Mahakam Ulu ( KBMKMU), yaitu Melia Bulan selaku Ketua KBMKMU dan rekannya yang menyampaikan aspirasi mahasiswa secara terbuka dan konstruktif sebagai bagian dari upaya bersama mencari solusi terbaik bagi keberlanjutan program beasiswa di Kabupaten Mahulu.

Membuka dialog Wabup Suhuk menyampaikan apresiasi atas penjelasan yang telah disampaikan mahasiswa sebagai bahan awal untuk merumuskan solusi terbaik.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada perwakilan mahasiswa kita yang ada di Samarinda yang telah memberikan penjelasan kepada saya. Ini menjadi dasar bagi kita untuk mencari solusi terbaik, baik untuk anak-anak kita yang sedang berkuliah maupun untuk pemerintah daerah, agar hal serupa tidak terulang kembali,” tegasnya

Ia menekankan pentingnya pelurusan informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman publik. Menurutnya, narasi yang berkembang, seolah terjadi pemotongan beasiswa, hal ini perlu diklarifikasi secara komprehensif.

“Kita khawatir terjadi miskomunikasi, terutama bahasa-bahasa yang beredar bahwa ada pemotongan beasiswa. Karena itu, saya akan segera melakukan pengecekan kepada pihak terkait, yakni Dinas Pendidikan, Bagian Kesejahteraan Rakyat, dan BPKAD, agar ada keselarasan informasi untuk mahasiswa kita di Samarinda dan persoalan ini cepat terselesaikan serta tidak berlarut-larut,” ujarnya

Suhuk juga menaruh perhatian pada kondisi psikologis mahasiswa yang tengah fokus pada studi, termasuk penyusunan skripsi. Menurutnya, ketidakjelasan informasi ini berpotensi mengganggu konsentrasi akademik mahasiswa.

“Kasihan anak-anak kita yang sudah sibuk berkuliah, jangan sampai konsentrasi mereka terpecah oleh persoalan yang seharusnya bisa kita luruskan bersama,” imbuhnya

“Bahas Pemerataan Beasiswa dan Evaluasi Skema Serta Regulasi untuk Tahun Anggaran 2026”

Terkait jenis beasiswa, Wabup menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki beberapa skema beasiswa, seperti beasiswa berprestasi, beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu, dan skema lainnya. Seluruh program tersebut pada prinsipnya bertujuan membantu mahasiswa dan memastikan kehadiran pemerintah dalam mendukung pendidikan generasi penerus.

“Harapan kita, beasiswa ini benar-benar membantu anak-anak kita yang berkuliah. Mereka inilah yang kelak melanjutkan tongkat estafet pembangunan daerah,” katanya

Mengenai perbedaan nominal yang dipertanyakan mahasiswa, Wabup mengungkapkan bahwa pihak Dinas Pendidikan menyampaikan adanya lonjakan jumlah penerima beasiswa pada tahun ini, sementara alokasi anggaran tetap.

“Dari penjelasan Disdik, memang terjadi peningkatan jumlah penerima. Anggarannya tetap, sehingga dilakukan pemerataan. Namun ini akan saya cek kembali, apakah benar terjadi pemotongan atau murni pemerataan. Jika ini pemerataan, maka akan menjadi bahan evaluasi agar pada 2026 bisa kita tingkatkan,” jelasnya

Evaluasi menyeluruh, lanjut Wabup, juga akan mencakup penyesuaian regulasi, termasuk peraturan bupati dan skema pemberian beasiswa, apakah disamaratakan atau disesuaikan dengan kebutuhan riil seperti biaya SPP yang berbeda antara jenjang D3, S1, dan S2. Pemerintah daerah membuka ruang dialog dengan mahasiswa, termasuk Tim Beasiswa Gerbang Cerdas Mahulu, untuk merumuskan formula yang paling adil dan berkelanjutan.

Menutup pernyataannya, Wabup juga mengajak mahasiswa untuk tetap kritis namun elegan dalam menyampaikan aspirasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik yang membangun.

“Pemerintah perlu dikritik, tetapi dengan cara yang sopan dan elegan. Jika ada hal yang mengganjal, silakan dikomunikasikan langsung. Adik-adik mahasiswa memiliki akses untuk berkomunikasi dengan saya. Mari kita bijak menggunakan media sosial, karena tujuan kita sama: membangun Mahakam Ulu bersama-sama,” pungkasnya (Prokopim/tha)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *