Ujoh Bilang - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, secara resmi membuka kegiatan Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan kelompok tani di Ballroom Kantor Bupati Mahulu, Rabu (11/2/2026).

“Bupati Mahulu Dorong UMKM Naik Kelas dan Akses Pembiayaan”

Ujoh Bilang – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, secara resmi membuka kegiatan Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan kelompok tani di Ballroom Kantor Bupati Mahulu, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini sebagai upaya dalam mendorong pelaku UMKM dalam meningkatkan akses pembiayaan dan kemampuan pengelolaan usaha.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, S.E., Direktur OJK Kaltim Kaltara Bapak Misyar Bonowisanto, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Bapak Bayuadi Hardiyanto.,Deputi Bisnis PT Pegadaian area Samarinda Bapak Andika Dwi Prasetyo.,Kepala BPD Mahakam Ulu Bapak Andri Fitrianur., Kepala BRI Mahakam Ulu Bapak Heri Muliyadi., Kepala BNI Kutai Barat Bapak Roy Samuel Prima Nababan, Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Mahulu, Para Petinggi, serta Pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Angela Idang Belawan, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi lokal, pencipta lapangan kerja, serta penopang ketahanan ekonomi masyarakat kampung. Namun, pelaku UMKM di Mahakam Ulu masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya literasi keuangan, serta minimnya pendampingan usaha.

“Untuk itu peningkatan inklusi keuangan menjadi langkah penting agar pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,”ujarnya

Angela Idang Belawan sampaikan juga bahwa program BIMA ETAM merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, serta lembaga jasa keuangan dalam memperkuat UMKM melalui pendekatan praktis seperti business matching, edukasi keuangan, dan konsultasi usaha secara langsung.

Ia menilai sinergi tersebut sangat penting, terutama bagi daerah seperti Mahulu yang memiliki tantangan geografis sehingga akses layanan keuangan harus terus diperluas agar merata dan berkeadilan bagi seluruh pelaku usaha.

Lanjut Bupati sampaikan beberapa harapan penting. Kepada lembaga jasa keuangan, pemerintah daerah berharap agar terus menghadirkan skema pembiayaan yang inklusif, adaptif, dan disertai pendampingan berkelanjutan bagi UMKM.

Sementara kepada para pelaku UMKM, Bupati mengajak untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana menambah pengetahuan terkait pengelolaan usaha, pemahaman literasi keuangan, serta memperkuat kemampuan dalam mengelola bisnis secara sehat dan berkelanjutan.

“Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, UMKM menjadi salah satu sektor yang mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah. Karena itu, kolaborasi antara pelaku usaha dan lembaga keuangan dinilai sangat penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dan dalam pelaksanaan BIMA ETAM sebelumnya telah berhasil menyalurkan kredit kepada ratusan debitur UMKM di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Maka besar harapannya pelaku usaha Mahulu juga dapat memanfaatkan peluang serupa,” ungkapnya.

Diakhir sambutannya Bupati menyampaikan harapannya agar kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi penguatan UMKM dan pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mendorong pelaku usaha lokal untuk naik kelas dan lebih berdaya saing.(Prokopim/vta)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *