Samarinda — Di tengah dinamika isu beasiswa stimulan tahun 2025 yang ramai diperbincangkan pada media sosial. perwakilan dari mahasiswa Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menegaskan sikap dewasa dan bertanggung jawab dengan memilih jalur dialog serta klarifikasi langsung kepada pemerintah daerah. Langkah ini diambil sebagai upaya mencari kebenaran sekaligus meredam berkembangnya narasi negatif yang berpotensi mengusik kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Kritik Kurangnya Transparansi Data Penerima dan Anggaran Beasiswa Stimulan 2025

Samarinda — Di tengah dinamika isu beasiswa stimulan tahun 2025 yang ramai diperbincangkan pada media sosial. perwakilan dari mahasiswa Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menegaskan sikap dewasa dan bertanggung jawab dengan memilih jalur dialog serta klarifikasi langsung kepada pemerintah daerah. Langkah ini diambil sebagai upaya mencari kebenaran sekaligus meredam berkembangnya narasi negatif yang berpotensi mengusik kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Ketua Umum Keluarga Besar Mahasiswa Kabupaten Mahakam Ulu (KBMKMU) Kaltim, Melia Bulan, yang mewakili mahasiswa Mahulu dalam dialog bersama Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, S.E, pada, Jumat (09/01/2026), menyampaikan bahwa mahasiswa sejak awal berupaya menyikapi isu tersebut secara bijak dan konstruktif.

“Saya pribadi mewakili seluruh mahasiswa Mahulu, kami menyikapi kabar yang beredar di media sosial, khususnya terkait beasiswa, dengan lebih bijak. Kami mengambil langkah konkret melalui audiensi langsung dengan Dinas Pendidikan Mahulu pada 07 Januari 2026, untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendengar penjelasan dari pihak dinas,” ujar Bulan.

Ia menjelaskan, audiensi tersebut menjadi ruang bertukar pandangan antara mahasiswa dan Dinas Pendidikan, khususnya terkait perbedaan nominal beasiswa stimulan 2025 yang dinilai jauh lebih kecil dibandingkan dua tahun sebelumnya. Menurutnya, mahasiswa memilih komunikasi langsung sebagai jalan terbaik ketimbang membangun opini sepihak di ruang publik.

Namun demikian, Bulan mengakui masih terdapat sejumlah hal yang dinilai belum memberikan jawaban memuaskan bagi mahasiswa. Ia menyoroti minimnya transparansi informasi, terutama terkait data jumlah penerima dan total anggaran beasiswa stimulan 2025.

“Terjadi miskomunikasi karena kurangnya transparansi. Beberapa poin penting yang kami minta, seperti data jumlah penerima dan besaran anggaran beasiswa, belum dapat dipenuhi. Ini yang kemudian menimbulkan berbagai tafsir di kalangan mahasiswa,” ungkapnya.

Meski begitu, mahasiswa menegaskan komitmen untuk terus membangun komunikasi dan melakukan tindak lanjut secara berkelanjutan dengan pihak terkait. Melia Bulan menekankan bahwa tujuan utama mahasiswa bukan untuk menyudutkan pemerintah, melainkan memastikan kejelasan kebijakan demi kepentingan bersama.

Terkait respons Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, yang mengajak dialog terbuka, Bulan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada Pemerintah Kabupaten Mahulu dalam hal ini Wabup Mahulu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati yang telah memfasilitasi dan mewadahi aspirasi mahasiswa. Beliau mendengar langsung pandangan kami, dan ke depan kami berharap beliau dapat menelaah lebih lanjut dengan mendengar penjelasan dari pihak Dinas Pendidikan, sehingga ada titik temu yang jelas,” katanya.

Ia berharap, dialog yang telah terbangun dapat menjadi dasar evaluasi agar kedepan tidak kembali terjadi miskomunikasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah, khususnya dalam konteks beasiswa dan pendidikan di Kabupaten Mahulu.

Menutup pernyataannya, Bulan mengajak seluruh mahasiswa untuk lebih cermat dan bertanggung jawab dalam menyikapi informasi.

“Setiap informasi yang beredar wajib kita telusuri sumber dan datanya. Berbicaralah dengan berbasis data agar apa yang kita sampaikan dapat dipertanggungjawabkan. Ke depan, mari hentikan penyebaran informasi yang tidak kompeten dan tidak memberikan dampak positif bagi kita semua,” pungkasnya. (Prokopim/tha)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *