SAMARINDA – Mewakili Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, S.H., M.E., Sekretaris Daerah Mahakam Ulu (Mahulu) Dr. Stephanus Madang, S.Sos.,M.M., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Kalimantan Timur (Prov. Kaltim) Tahun 2025 – 2045 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025 bertempat di Hotel Mercure Samarinda. Kamis (02/05/24)

Musrenbang yang dibuka secara resmi oleh Pj. Gubernur Kaltim Dr. Drs. Akmal Malik, M.Si turut dihadiri Menteri Dalam Negeri, Menteri PPN/BAPPENAS RI, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara. Wakil Bupati (Wabup) Mahulu Drs. Yohanes Avun, M.Si., secara daring, Ketua DPRD Prov. Kaltim Ir. H. Hasanuddin Mas’ud, S.Hut., M.E., Asisten Bidang Administrasi Umum (Asisten III) Mahulu Kristina Tening, S.H., M.Si., Kepala Bappalitbangda Mahulu Gerry Gregorius, S.E., M.Si., Ak., Ca., dan seluruh unsur forkopimda di lingkungan Pemprov. Kaltim.

Pada kesempatan tersebut juga Sekda Mahulu Dr. Stephanus Madang, S.Sos., M.M., melakukan penandatanganan berita acara kesepakatan Musrenbang RPJPD Provinsi Kaltim Tahun 2025-2045 dan Musrenbang RKPD Provinsi Kaltim Tahun 2025.

Ditemui usai mengikuti Musrenbang, Sekda Mahulu Dr. Stephanus Madang, S.Sos., M.M., mengapresiasi atensi Pemprov Kaltim terhadap rancangan usulan prioritas yang tertuang dalam RPJPD Kabupaten Mahulu tahun 2025-2045, khususnya pembangunan infrastruktur jalan guna meningkatkan konektivitas antar daerah.

“Kita sangat bersyukur bahwa usulan strategis prioritas Mahulu telah diakomodir oleh pemerintah provinsi dalam RPJPD tahun 2025 – 2045, terutama dalam rangka konektivitas akses infrastruktur dasar, jalan, kongkritnya itu dari segmen Tering, Ujoh Bilang, Long Bagun, Long Pahangai sampai Long Apari, dan untuk transportasi udara juga kita mendengar bahwa pada prinsipnya juga telah diakomodir,” kata Sekda.

Lanjut Sekda Dr. Stephanus Madang, S.Sos., M.M., menuturkan, disamping pemenuhan infrastruktur dasar jalan dan jembatan, sektor pertanian dan perkebunan juga menjadi salah satu fokus pembangunan Kabupaten Mahulu dengan memanfaatkan potensi daerah.

“Dalam musrenbang ini kita juga mengusulkan supaya dalam konteks pertanian itu lebih dikembangkan lagi, pertanian dalam arti luas, karena pada rumusan awal itu pertanian yang sifatnya dalam arti sempit hanya tanaman pangan, maksudnya kita usulkan pertanian dalam arti luas yang berkelanjutan, artinya dia bisa menyentuh sektor peternakan, perikanan, perkebunan dan lain-lain,” tutur Sekda.

Ditambahkan Sekda melalui musrenbang Pemkab Mahulu telah menyampaikan usulan RPJPD Kabupaten Mahulu tahun 2025 – 2045 dan RKPD tahun 2025 dan berdasarkan usulan tersebut tentunya Pemprov Kaltim telah melakukan pemetaan dan dapat memberikan arah kebijakan bagi Kabupaten Mahulu.

“Seperti yang disampaikan bahwa dalam penggerak penggerak itu di sektor pertanian dan pariwisata, tentu konsekuensi logisnya dengan segala keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kita pemerintah provinsi juga bisa memberi dukungan, baik dari APBD provinsi maupun melalui bantuan keuangan provinsi sesuai kewenangan, atau didorong pembiayaan melalui pemerintah pusat melalui anggaran di kementerian, agar dapat bersama-sama berkolaborasi untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut,” tambah Sekda.

Di akhir penyampaian, Sekda Mahulu Dr. Stephanus Madang, S.Sos., M.M., menerangkan bahwa kesepakatan dan komitmen bersama dalam musrenbang menjadi arah kebijakan dan sasaran pokok pembangunan jangka panjang daerah.

“Mudahan – mudahan apa yang menjadi harapan kita khususnya masyarakat Mahulu dalam merencanakan 20 tahun kedepan ini bisa sejalan dan bisa di implementasikan di dalam penganggaran maupun pelaksanaan program kegiatan pembangunan dalam jangka 20 tahun kedepan,” harap Sekda.(Prokopim/len)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *