Samarinda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mematangkan rencana pembangunan ruang publik strategis daerah. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui presentasi finalisasi desain Alun-Alun Perkotaan Kabupaten Mahulu, yang menjadi tonggak penting dalam penataan kawasan perkotaan yang representatif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, Ketua Tim Pengawalan, Pengendalian, dan Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Mahulu, Dr. Bonifasius Belawan Geh, S.H., M.E., Kepala Dinas PUPR beserta jajaran, serta tim perencana dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.
Presentasi yang membahas arahan desain perencanaan tata ruang dan Detail Engineering Design (DED) tersebut digelar di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, pada hari Kamis (29/1/2026).
Dalam arahannya, Bupati Mahulu Angela Idang Belawan menegaskan bahwa pembangunan Alun-Alun Perkotaan Mahulu tahap awal akan difokuskan pada Zona I sebagai lapangan upacara yang layak dan representatif.
“Presentasi hari ini mengenai alun-alun yang akan kita bangun adalah Zona I, yang diperuntukkan sebagai lapangan upacara. Saya sangat bersemangat karena selama ini kita belum memiliki lapangan upacara yang memadai, sehingga tahun ini kita fokus agar lapangan upacara bisa terakomodir. Harapannya, pada peringatan HUT Mahulu nanti, kawasan ini sudah dapat digunakan sebagai awal pemakaian,” ujar Bupati.
Selain fungsi seremonial, Bupati menekankan bahwa alun-alun tersebut dirancang sebagai ruang publik multifungsi yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
“Lapangan ini tidak hanya untuk upacara, tetapi juga kita siapkan sebagai area serbaguna. Di dalamnya terdapat fasilitas olahraga, seperti lapangan tenis, voli, futsal, hingga sarana kebugaran. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari fasilitas yang kita bangun,” lanjutnya.
Bupati juga menaruh perhatian serius terhadap aspek keselamatan dan kekuatan konstruksi, mengingat kondisi geografis kawasan yang memiliki kontur tebing.
“Yang paling utama dari bangunan ini adalah keamanan. Karena lokasi memiliki tebing, maka desain dan konstruksi kita maksimalkan sebaik mungkin. Ini merupakan pertemuan kedua bersama Tim ITN sebagai perancang, dan saya berharap hari ini desain sudah final, sehingga pekerjaan dapat segera dilaksanakan dan nantinya aman untuk digunakan bersama,” pungkasnya. (Prokopim/tha)


Tidak Ada Komentar