Ujoh Bilang – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan Rumah Sakit Kelas C RSUD Gerbang Sehat Mahakam (GSM). Dalam mo...
Ujoh Bilang – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan Rumah Sakit Kelas C RSUD Gerbang Sehat Mahakam (GSM). Dalam monev tersebut, Bupati memastikan proses pembangunan berjalan sesuai tahapan sekaligus menekankan pentingnya kualitas konstruksi mengingat rumah sakit tersebut nantinya menjadi salah satu fasilitas kesehatan utama bagi masyarakat Mahakam Ulu. Rabu (09/09/2026)
Bupati Angela Idang Belawan menyampaikan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 5,2 persen dan ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir Desember 2026. Namun, kondisi kemarau yang melanda Mahakam Ulu menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
"Progres pembangunan saat ini baru mencapai 5,2 persen dan ditargetkan selesai di akhir Desember. Tetapi dengan kondisi bencana kemarau yang sedang melanda Mahakam Ulu, saya rasa akan ada addendum untuk kontraknya," ujarnya.
Angela Idang Belawan mengungkapkan bahwa, kemungkinan penyesuaian kontrak bukan semata-mata berkaitan dengan waktu penyelesaian, tetapi juga untuk memastikan pekerjaan pembangunan rumah sakit tidak dilakukan secara terburu-buru sehingga mengabaikan kualitas pekerjaan.
"Saya tidak ingin pelaksanaan ini buru-buru, apalagi ini pembangunan rumah sakit yang nantinya akan dipakai oleh masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu. Saya ingin tahapannya benar-benar berjalan sesuai tahapan, tetapi saya juga ingin kondisi bangunannya mempunyai kualitas mutu yang terjamin," tegas Bupati.
Angela Idang Belawan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu akan membantu pihak pelaksana dalam memenuhi sejumlah dokumen pendukung yang diperlukan untuk proses addendum. Hal tersebut dilakukan agar pembangunan dapat terus berjalan hingga mencapai penyelesaian 100 persen dengan tetap memperhatikan standar dan mutu konstruksi.
Ia juga mengapresiasi pihak ketiga yang melaksanakan pembangunan karena dinilai mampu membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah.
"Puji Tuhan, dari pihak ketiga yang melaksanakan proyek ini sangat baik dalam berkomunikasi. Mereka juga ingin proyek ini selesai dengan baik, dengan kualitas yang baik dan tidak asal-asalan," ungkap Angela.
Lebih lanjut, Bupati Angela Idang Belawan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan yang telah memberikan dukungan pembangunan rumah sakit bagi Kabupaten Mahakam Ulu. Menurutnya, keberadaan RS Kelas C GSM sangat dibutuhkan mengingat kondisi geografis Mahakam Ulu yang luas dan memiliki tantangan akses transportasi yang cukup berat.
"Terima kasih kepada Kementerian Kesehatan karena sudah memberikan kami rumah sakit ini. Ini sangat dibutuhkan oleh Mahakam Ulu dengan kondisi geografis yang luar biasa sulit dan berat," katanya.
Selain pembangunan rumah sakit, Bupati juga menyoroti kebutuhan dukungan sarana transportasi medis yang mampu menjawab kondisi geografis Mahakam Ulu. Salah satu kebutuhan yang diharapkan dapat diwujudkan ke depan adalah ambulans terbang untuk mendukung proses evakuasi dan rujukan pasien dalam kondisi darurat.
"Harapan saya di kemudian hari Mahakam Ulu bisa mendapatkan ambulans terbang yang bisa kita gunakan. Karena akses darat maupun akses air yang biasanya kita gunakan saat ini dalam kondisi tertentu tidak bisa dipakai sama sekali," jelasnya.
Angela menambahkan, pemerintah daerah saat ini juga terus mengupayakan peningkatan akses darat, termasuk ruas Long Pakaq hingga Tiong Ohang. Namun, sejumlah titik masih menghadapi kondisi jalan yang berat, termasuk adanya longsor yang cukup parah.
"Kita mengusahakan akses darat dari Long Pakaq hingga Tiong Ohang, tetapi memang ada beberapa spot yang saat ini sudah longsor berat," ungkapnya.
Bupati Angela Idang menegaskan bahwa penguatan fasilitas dan akses pelayanan kesehatan di Mahakam Ulu harus menjadi perhatian khusus karena wilayah tersebut merupakan daerah pedalaman, perbatasan, dan termasuk kawasan 3T.
Menurutnya, dukungan terhadap layanan kesehatan bukan hanya menyangkut pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat dalam kondisi darurat dapat memperoleh pelayanan dan rujukan secara cepat.
"Kebutuhan kami adalah apa yang telah dicanangkan oleh Bapak Presiden. Kami yang berada di pedalaman, di perbatasan, di 3T, harus mendapatkan perhatian lebih dan perhatian khusus, sehingga tidak ada ibu hamil yang berisiko meninggal dunia maupun masyarakat dengan penyakit menahun yang membutuhkan rujukan segera tidak bisa mendapatkan pelayanan dengan baik," pungkasnya. (Prokopim/vta)
Bagikan Artikel Ini