Wabup Suhuk Hadiri HLM RIRU Kaltim 2026, Pemkab Mahulu Dorong Investasi dan Perkuat Konektivitas
Background SVG
Berita

Wabup Suhuk Hadiri HLM RIRU Kaltim 2026, Pemkab Mahulu Dorong Investasi dan Perkuat Konektivitas

Admin | 16 September 2026 | 44 views
Beranda / Berita / Wabup Suhuk Hadiri HLM RIRU Kaltim 2026, Pemkab Mahulu Dorong Investasi dan Perkuat Konektivitas
Wabup Suhuk Hadiri HLM RIRU Kaltim 2026, Pemkab Mahulu Dorong Investasi dan Perkuat Konektivitas

Samarinda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) terus mengambil bagian dalam penguatan iklim investasi dan pembangunan ekonomi daerah di Kalimantan Timur. Hal itu di...

Samarinda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) terus mengambil bagian dalam penguatan iklim investasi dan pembangunan ekonomi daerah di Kalimantan Timur. Hal itu ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, S.E., yang mewakili Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, dalam High Level Meeting Regional Investor Relations Unit (HLM RIRU) Kalimantan Timur Tahun 2026, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda. Rabu (16/9/2026)

Forum yang mempertemukan unsur pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, Bank Indonesia, perangkat daerah terkait, serta pemangku kepentingan dunia usaha untuk memperkuat koordinasi dan membuka peluang investasi di Kalimantan Timur, dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, Ir. H. Seno Aji, M.Si.

Hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Dra. Sri Wahyuni, M.PP; Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Fahmi Prima Laksana,SE.,MM, dan Bupati/Walikota, serta OPD dan instansi terkait.

Dalam forum tersebut, Wabup Suhuk,  yang didampingi Plt. Kepala DPMPTSP Mahulu, Kurnia, S.Hut., secara khusus menyoroti peluang Mahulu untuk masuk dalam peta pengembangan investasi Kalimantan Timur. Dari 153 calon investor yang menjadi bagian dari pembahasan peluang investasi, ia berharap Mahulu turut mendapatkan ruang dan perhatian sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi ekonomi dan sumber daya alam yang besar.

“Dari 153 calon investor itu, apakah ada yang bisa masuk ke Mahulu? Karena kami melihat Mahulu memiliki wilayah yang sekitar 80 persen masih berupa hutan primer. Kami tentu tidak ingin kondisi ini kemudian membuat Mahulu hanya dipandang sebagai paru-paru Kalimantan Timur, sementara peluang investasinya sangat minim,” ujar Suhuk.

Menurutnya, kelestarian lingkungan dan pengembangan investasi seharusnya dapat berjalan beriringan. Mahulu tidak hanya memiliki kawasan hutan, tetapi juga menyimpan beragam potensi yang dapat dikembangkan secara terukur dan berkelanjutan.

“Potensi Mahulu sangat besar dan banyak yang bisa kita kembangkan. Karena itu, kami berharap dari peluang investasi yang ada, Mahulu juga bisa mendapatkan bagian. Kami akan kejar apa yang harus kami siapkan, termasuk tata ruang, RTRW, RDTR maupun aspek pendukung lainnya agar ketika peluang investasi datang, kami benar-benar siap,” tegasnya.

Suhuk mengakui, kondisi geografis Mahulu yang berada di wilayah pedalaman dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit menjadi salah satu tantangan dalam menarik investasi. Faktor jarak, konektivitas, serta kebutuhan investasi awal yang cukup besar membuat pengembangan usaha di Mahulu memerlukan dukungan infrastruktur yang kuat.

Karena itu, ia meminta dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk terus memperkuat pembangunan infrastruktur di Mahulu sebagai bagian dari strategi membuka akses investasi.

“Kami sangat membutuhkan support dari Pemprov Kaltim, terutama dalam pembangunan infrastruktur. Mahulu memiliki banyak potensi yang dapat dikelola, tetapi karena wilayahnya terpencil dan populasinya relatif sedikit, investasi di sana mungkin membutuhkan waktu yang lebih panjang,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Kaltim terhadap peningkatan konektivitas Mahulu. Salah satunya melalui dukungan peralatan UPTD Kaltim dalam pekerjaan jalan yang menghubungkan wilayah Mahulu hingga Tiong Ohang.

“Kami bersyukur Pak Wakil Gubernur kemarin sudah masuk sampai Tiong Ohang. Untuk jalan darat, secara fungsional sudah tembus ke Tiong Ohang. Ini tentu harus terus kita tingkatkan. Kami berharap tahun depan peningkatannya dapat dilanjutkan,” ungkap Suhuk.

Menurutnya, konektivitas merupakan salah satu kunci penting dalam membuka akses investasi ke Mahulu. Infrastruktur yang semakin baik akan memberikan kepastian akses bagi pelaku usaha sekaligus memperpendek jarak Mahulu dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.

“Kalau akses semakin terbuka, investor juga akan semakin mudah masuk. Kami punya riam, punya potensi alam yang luar biasa, dan masih banyak potensi lain yang kalau kita gali dan kembangkan dengan baik bisa menjadi kekuatan ekonomi daerah,” jelasnya.

Wabup Suhuk menegaskan, Pemkab Mahulu siap melakukan pembenahan dari sisi internal agar peluang investasi yang datang dapat direspons dengan cepat, termasuk menyiapkan aspek perencanaan, tata ruang, regulasi, serta berbagai kebutuhan dasar investasi.

“Harapan kami, dari 153 investor yang dibahas dalam forum ini, Mahulu juga bisa mendapatkan peluang. Kami siap menyiapkan apa yang menjadi kewenangan daerah, dan kami berharap dukungan Pemprov Kaltim terus diperkuat, terutama dari sisi infrastruktur,” pungkasnya.

Kehadiran Mahulu dalam HLM RIRU Kaltim 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tidak hanya menjaga potensi alam yang dimiliki, tetapi juga memastikan kekayaan tersebut dapat dikembangkan secara bertanggung jawab, membuka peluang ekonomi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Prokopim/tha)


Bagikan Artikel Ini