Ujoh Bilang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) terus menyampaikan kondisi dan langkah penanganan krisis pangan yang dihadapi masyarakat di wilayah pedalaman. Upay...
Ujoh Bilang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) terus menyampaikan kondisi dan langkah penanganan krisis pangan yang dihadapi masyarakat di wilayah pedalaman. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui dialog bersama Televisi Republik Indonesia (TVRI) dalam program Publika dengan tema “Bantuan Beras Krisis Pangan Mahulu Hadapi Tantangan Geografis”, Rabu (9/9/2026) pukul 15.00 WITA.
Dalam dialog tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mahakam Ulu, drg. Agustinus Teguh Santoso, M.Adm., Kes., hadir mewakili Pemkab Mahulu untuk menjelaskan situasi pangan masyarakat serta berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan.
Tema yang diangkat TVRI tersebut menjadi relevan dengan kondisi geografis Mahakam Ulu yang memiliki wilayah luas, berada di kawasan perbatasan dan pedalaman, serta sejumlah kecamatan yang memiliki keterbatasan akses transportasi, khususnya ketika kondisi sungai mengalami penurunan debit pada musim kemarau.
Dalam kondisi tersebut, distribusi bantuan pangan tidak hanya membutuhkan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga dukungan transportasi dan koordinasi lintas pihak agar bantuan dapat diterima masyarakat di wilayah yang membutuhkan.
Melalui dialog Publika, Pemerintah Kabupaten Mahulu berkesempatan menyampaikan langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan dalam menghadapi kondisi tersebut, termasuk upaya menjaga ketersediaan pangan serta memperkuat koordinasi dalam penyaluran bantuan beras kepada masyarakat.
Asisten I menyampaikan bahwa penanganan kondisi pangan di Mahulu membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta berbagai pihak lainnya. Tantangan geografis yang ada menjadi perhatian penting agar bantuan yang tersedia tidak berhenti di pusat kabupaten, tetapi dapat diteruskan hingga ke wilayah kecamatan dan kampung.
Dialog tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Pemerintah Kabupaten Mahulu untuk memberikan gambaran kepada masyarakat luas mengenai kondisi yang dihadapi daerah, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan dukungan di tengah tekanan akibat musim kemarau dan keterbatasan akses distribusi.
Pemkab Mahulu berharap dukungan berbagai pihak dapat terus diperkuat sehingga penanganan krisis pangan dapat dilakukan secara bersama-sama, terukur, dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan akses geografis paling sulit.(Prokopim/vta)
Bagikan Artikel Ini