Ujoh Bilang – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, memberikan arahan dalam Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Pembangunan Water Treatment Plant (WTP) Perkotaan...
Ujoh Bilang – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, memberikan arahan dalam Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Pembangunan Water Treatment Plant (WTP) Perkotaan Long Melaham dan sekitarnya yang berlangsung di Ruang Rapat Kerja Bupati, Lantai III Kantor Bupati Mahulu, Selasa (15/09/2026).
Dalam arahannya, Bupati Angela menyampaikan sejumlah poin penting yang perlu menjadi perhatian penyelenggara kegiatan maupun tim konsultan dalam menyusun perencanaan pembangunan WTP. Salah satunya adalah memastikan pembangunan infrastruktur air memiliki keberlanjutan dalam jangka panjang.
“Pembangunan infrastruktur air harus berorientasi pada pemanfaatan jangka panjang, 20 hingga 50 tahun, bukan sekadar menjadi solusi sementara untuk 10 tahun ke depan,” ujar Angela.
Selain aspek keberlanjutan, Angela Idang Belawan juga menekankan pentingnya kajian terhadap kualitas air. Menurutnya, diperlukan survei dan pemeriksaan secara mendalam untuk mengetahui kandungan bakteri serta kadar pH air yang akan diolah.
“Fokus utama adalah memastikan keamanan air untuk kebutuhan domestik, seperti mandi dan mencuci, sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap kulit. Sementara untuk kebutuhan minum, air masih dapat melalui proses perebusan,” jelasnya.
Bupati kemudian menyoroti aspek teknis distribusi air agar dapat berjalan secara efektif dan efisien. Menurutnya, penempatan WTP harus melalui kajian yang matang dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan sistem distribusi.
“Evaluasi sistem gravitasi dan tekanan air perlu dilakukan untuk memastikan distribusi dapat menjangkau wilayah paling ujung atau wilayah terendah secara merata ke seluruh rumah warga, termasuk mempertimbangkan penggunaan pompa booster apabila diperlukan,” tegasnya.
Aspek lain yang tidak kalah penting, lanjut Bupati, adalah pemeliharaan infrastruktur. Pemilihan material, khususnya pipa, harus mempertimbangkan kualitas dan daya tahan agar infrastruktur dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Perencanaan akses jalan menuju jalur pipa juga harus dipikirkan sejak awal. Hal ini penting untuk memudahkan tim pengelola dalam melakukan pemeliharaan maupun perbaikan infrastruktur di masa mendatang,” katanya.
Terakhir, Bupati menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan. Tim konsultan diminta untuk menampung berbagai masukan dan kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya air.
“Termasuk usulan mengenai pembagian alokasi air untuk sektor pertanian dan kebutuhan rumah tangga. Hal-hal seperti ini perlu menjadi bagian dari perencanaan agar pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP3D Bonifasius Belawan Geh, S.H., M.E., Sekretaris Dinas PUPR Ding Kueng, S.Hut., M.A.P., tim konsultan, serta sejumlah undangan dari lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahulu. (Prokopim/aim)
Bagikan Artikel Ini