Samarinda – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mencatatkan tonggak sejarah besar. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo di Kecamatan Long Bagun dengan kapasitas 300 megawatt dengan nilai investasi mencapai Rp13 Triliun resmi dimulai melalui prosesi Groundbreaking Ceremony PLTA Batoq Kelo dan Access Road Kaltara yang ditandai dengan peletakan batu pertama.

Samarinda – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mencatatkan tonggak sejarah besar. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo di Kecamatan Long Bagun dengan kapasitas 300 megawatt dengan nilai investasi mencapai Rp13 Triliun resmi dimulai melalui prosesi Groundbreaking Ceremony PLTA Batoq Kelo dan Access Road Kaltara yang ditandai dengan peletakan batu pertama.

PLTA Batoq Kelo yang menjadi salah satu proyek energi hijau terbesar di Kaltim ini diresmikan secara simbolis oleh Utusan Presiden Republik Indonesia Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, bersama Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E., Wakil Gubernur Kaltim, Ir. H. Seno Aji, M.Si., Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, Owner PT Tujuan Mulia Makmur Mr. Zi Feng Gao, serta kontraktor EPC Mr. Wang Qi. 

Kegiatan berlangsung di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Senin (25/5/2026), menjadi momentum kuat bahwa Mahakam Ulu tidak lagi berada di pinggiran pembangunan, melainkan mulai mengambil peran strategis sebagai pusat energi baru di Kalimantan Timur. Kehadiran jajaran pimpinan daerah, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah hingga Kepala Dinas PUPR, mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam mendukung dan mengawal proyek strategis nasional tersebut.

Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, menyampaikan bahwa proyek PLTA Batoq Kelo ditargetkan mulai memberikan manfaat bagi masyarakat pada tahun 2030, dengan progres pembangunan yang diharapkan telah mencapai tahap signifikan pada tahun 2029.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari pihak perusahaan kepada masyarakat. Ia berharap proses sosialisasi dapat dilakukan secara komprehensif, sehingga seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda, memperoleh pemahaman yang utuh dan akurat mengenai proyek tersebut. Dengan demikian, berbagai pertanyaan maupun kekhawatiran yang berkembang di tengah masyarakat dapat dijawab secara transparan dan konstruktif.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mahulu juga telah melakukan komunikasi intensif dengan pihak perusahaan, khususnya terkait peluang keterlibatan tenaga kerja lokal.

Angela Idang Belawan menegaskan bahwa pemerintah daerah mendorong agar masyarakat Mahulu dapat menjadi bagian dari pembangunan proyek ini, sehingga sumber daya manusia lokal dapat terserap dan turut merasakan manfaat langsung dari investasi yang hadir.

“Harapan kami, proyek ini tidak hanya memberikan dampak bagi Mahulu tetapi juga menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kaltim. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung serta mendoakan agar pembangunan PLTA Batoq Kelo dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Langkah besar ini sekaligus menegaskan posisi Mahulu sebagai wilayah strategis dalam peta pembangunan Kaltim, seiring dengan upaya mendorong pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia.

Hadir dalam acara ini, Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, S.E., Sekretaris Daerah Mahulu, Dr. Stephanus Madang, S.Sos., M.M., dan Kepala Dinas PUPR Mahulu, Didik Subagya, S.E., M.Si., serta perwakilan masyarakat. (Prokopim/tha)

 

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *