Ujoh Bilang – Wakil Bupati (Wabup) Mahakam Ulu (Mahulu), Suhuk, S.E.,  menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat di kampung-kampung.

Hal tersebut disampaikan saat mewakili Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan memimpin Apel/Gladi Siaga Bencana Banjir dan Gelar Pasukan serta Peralatan Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2026 yang dilaksanakan di Alun-alun Ujoh Bilang, Kamis (21/05/2026).

“Kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah. Bukan hanya tugas BPBD, TNI, atau Polri. Kesiapsiagaan adalah tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah sampai masyarakat di kampung,” ujar Wabup.

Dalam kesempatan tersebut, Suhuk juga menyoroti kondisi banjir yang tengah berdampak pada sebagian wilayah masyarakat Mahakam Ulu. Menurutnya, solidaritas menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi bencana.

“Dalam kondisi saat ini, ketika sebagian masyarakat kita sedang terdampak banjir, maka solidaritas menjadi kunci. Saat satu kampung terdampak, seluruh Mahulu harus merasa terpanggil untuk bergerak,” tambahnya.

Ia menegaskan, solidaritas tidak hanya sebatas rasa empati, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dengan hadir membantu masyarakat yang membutuhkan serta memastikan warga terdampak tidak menghadapi situasi tersebut sendirian.

“Dalam semangat itulah, pada kesempatan ini saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh petugas, relawan, dan masyarakat yang saat ini berada di lapangan membantu penanganan banjir. Kita mungkin tidak bisa menghentikan hujan, tetapi kita bisa memastikan tidak ada warga yang menghadapi bencana sendirian,” ungkapnya.

Melalui kegiatan apel dan gladi siaga tersebut, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu berharap seluruh unsur terkait semakin siap dan sigap dalam menghadapi potensi bencana banjir, baik dari sisi personil maupun peralatan.

Wabup juga berpesan kepada seluruh peserta simulasi penanganan banjir terpadu agar mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan serius serta menjalankan peran masing-masing secara maksimal.

“Apa yang akan kita lakukan dalam gladi ini, harus menjadi kebiasaan kita saat bencana benar-benar terjadi,” tandasnya.(Prokopim/aim)

 

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *