Ujoh Bilang – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Persiapan Pemungutan Suara Pemilihan Petinggi Serentak Tahun 2026 yang dilaksanakan di ruang Rapat Bupati Mahulu. Rabu (06/05/26)

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan pelaksanaan tahapan pemungutan suara agar berjalan lancar, tertib, aman, dan demokratis.

Dalam sambutannya, Bupati Mahulu Angela Idang Belawan menyampaikan bahwa Pemilihan Petinggi merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan demokrasi di tingkat kampung yang memiliki peran penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Pemilihan Petinggi Serentak Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam menunjukkan kedewasaan demokrasi masyarakat kampung di Mahakam Ulu. Melalui pelaksanaan yang baik, kita berharap dapat memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong antar warga,” ujarnya.

Angela Idang Belawan juga menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Pemilihan Petinggi Serentak bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia dan penyelenggara, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Oleh karena itu, Ia mengimbau seluruh pemangku kepentingan, khususnya penyelenggara di tingkat kecamatan dan kampung, agar mempersiapkan seluruh tahapan dengan baik, mulai dari pemutakhiran data pemilih, kesiapan logistik, peningkatan kapasitas KPPS, hingga sosialisasi kepada masyarakat terkait tata cara pemungutan suara.

Selain itu, koordinasi dan sinergi dengan unsur TNI dan Polri juga dinilai penting untuk menjaga kondusifitas dan keamanan selama pelaksanaan pemungutan suara di seluruh kampung.

“Saya mengingatkan seluruh pihak untuk menjunjung tinggi asas pemilihan yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Jangan sampai ada praktik politik uang, intimidasi, maupun bentuk kecurangan lainnya yang dapat mencederai demokrasi,” tegas Bupati.

Dalam arahannya, Bupati Angela Idang Belawan, juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga persatuan masyarakat serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu perpecahan dalam pelaksanaan Pemilihan Petinggi Serentak Tahun 2026.

“Yang paling utama adalah menjaga persatuan dan menciptakan kedamaian di tengah masyarakat. Sekali saja kita melakukan kesalahan dalam proses demokrasi, dampaknya bisa membekas dalam waktu yang panjang,” tegas Bupati.

Ia menekankan bahwa setiap warga yang memiliki identitas dan berdomisili di Kabupaten Mahulu memiliki hak yang sama sebagai bagian dari masyarakat Mahulu dan tidak boleh diperlakukan secara diskriminatif.

“Siapa pun yang memiliki identitas Mahakam Ulu adalah masyarakat Mahakam Ulu dan hak-haknya harus diakui. Tidak boleh ada perlakuan yang membedakan hanya karena latar belakang pekerjaan ataupun asal mereka sebelumnya,” Bupati.

Menurut Bupati, masyarakat yang bekerja di berbagai sektor, termasuk perkebunan dan sektor lainnya, tetap memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah.

“Tanpa kita sadari, mereka yang bekerja dan tinggal di Mahakam Ulu juga ikut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan daerah. Oleh karena itu, kebersamaan dan persatuan harus tetap dijaga,” tambahnya.

Bupati juga mengingatkan agar tidak ada kesepakatan atau tindakan tertentu yang dijadikan dasar untuk menghilangkan hak masyarakat dalam proses demokrasi di tingkat kampung.

“Pemilihan harus berjalan secara adil, demokratis, dan menghormati hak seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” pungkasnya.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bijak dan bertanggung jawab demi terwujudnya kepemimpinan kampung yang amanah dan mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh penyelenggara memiliki pemahaman dan kesiapan yang sama dalam melaksanakan tahapan Pemilihan Petinggi Serentak Tahun 2026 sehingga dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar.(Prokopim/vta)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *