Samarinda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menerima Penghargaan Arindama Terbaik I Bidang Pembangunan Kehutanan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur ( Kaltim ) yang dilaksanakan di Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda. Jumat (09/01/2026)

Wabup Suhuk: Penghargaan Arindama Jadi Motivasi Mahulu untuk Terus Menjaga dan Melestarikan Hutan

Samarinda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menerima Penghargaan Arindama Terbaik I Bidang Pembangunan Kehutanan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur ( Kaltim ) yang dilaksanakan di Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda. Jumat (09/01/2026)

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Kaltim, Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E, yang  diterima langsung oleh Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, S.E., sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Mahulu dalam pembangunan dengan menjaga dan melestarikan kawasan hutan.

Wakil Bupati Suhuk menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diraih Kabupaten Mahulu.

“Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan Arindama ini. Penghargaan ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan melestarikan hutan,” ujar Suhuk.

Suhuk menegaskan bahwa Mahulu memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian hutan Kaltim.

“Sebagian besar kawasan hutan Kaltim berada di wilayah Mahulu. Oleh karena itu, kami berkomitmen penuh untuk menjaga hutan sebagai paru-paru dunia demi keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

Menurutnya, upaya pelestarian hutan harus sejalan dengan dukungan pembangunan yang berkelanjutan.

“Kami berharap upaya menjaga hutan ini terus didukung oleh Pemprov Kaltim melalui pembangunan yang berwawasan lingkungan, sehingga kelestarian hutan tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat juga dapat meningkat,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Wakil Bupati Mahulu mengajak seluruh masyarakat Mahulu untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Mahulu untuk menjaga hutan bersama-sama. Berladang dan berkebun lah secara bijak, jangan menebang hutan secara sembarangan, karena menjaga hutan berarti menjaga masa depan kita bersama,” pungkasnya. (Prokopim/tha)

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *