Ujoh Bilang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan penyaluran bantuan tahap kedua bagi masyarakat terdampak kemarau panja...
Ujoh Bilang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan penyaluran bantuan tahap kedua bagi masyarakat terdampak kemarau panjang, Rabu (02/09/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Mahulu, Suhuk, S.E., sekaligus menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan penyaluran bantuan tahap pertama yang sebelumnya telah dilakukan. Sejumlah kendala yang ditemukan di lapangan menjadi bahan evaluasi agar penyaluran tahap kedua dapat berjalan lebih maksimal dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Wakil Bupati Mahulu Suhuk, mengatakan salah satu perhatian utama dalam penyaluran tahap kedua adalah memperbaiki komunikasi dan koordinasi, khususnya dalam menjangkau wilayah Kecamatan Long Apari.
“Memang ada beberapa kendala yang kita hadapi setelah turun ke lapangan. Itu nanti akan kita pelajari lagi untuk penyaluran yang kedua ini, supaya benar-benar bisa maksimal untuk masyarakat kita. Harapan saya, dengan tahap kedua ini kita bisa sampai ke Long Apari,” ujar Suhuk.
Pemkab Mahulu menargetkan proses penyaluran tahap kedua dapat mulai dilaksanakan pada pekan depan, sembari menunggu bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang diperkirakan mencapai 52 ton.
Suhuk juga menyampaikan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap aspek pengangkutan, termasuk biaya distribusi yang pada penyaluran sebelumnya mengalami peningkatan. Evaluasi tersebut dinilai penting sebagai bahan perencanaan apabila kondisi serupa kembali terjadi pada tahun-tahun mendatang.
“Ini akan kita cek kembali untuk menjadi bahan kita ke depan. Kalau terjadi situasi darurat seperti ini pada tahun-tahun berikutnya, kita bisa memastikan anggaran untuk kebutuhan penyaluran seperti ini,” jelasnya.
Dalam penyaluran tahap kedua, pemerintah juga berupaya meningkatkan jumlah bantuan yang diterima masyarakat. Jika pada tahap sebelumnya bantuan yang dibagikan sebesar sekitar 5 kilogram, pemerintah berharap pada tahap berikutnya paket bantuan dapat ditingkatkan sesuai ketersediaan dan kebutuhan.
Suhuk menekankan pentingnya memastikan distribusi bantuan berlangsung adil dan merata. Untuk bantuan yang berasal dari pemerintah pusat, data penerima mengikuti ketentuan dan basis data yang telah ditetapkan. Namun, apabila terdapat masyarakat yang belum terakomodasi, Pemkab Mahulu akan berupaya melengkapinya melalui dukungan bantuan dari sumber lainnya.
“Kalau memang data dari pusat tidak bisa kita rubah, kita akan menutupinya dari bantuan provinsi, supaya bantuan kepada masyarakat betul-betul adil dan merata, supaya sama-sama merasakan,” katanya.
Menurutnya, dampak kemarau di Kecamatan Long Apari dirasakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan ekonomi, tetapi juga keterbatasan ketersediaan barang dan kebutuhan pokok akibat menurunnya kondisi sungai yang menjadi jalur utama distribusi.
“Di Mahulu ini bukan hanya satu atau dua orang yang berimbas, semuanya. Dari Desil 1 sampai Desil 10 pun berimbas, khususnya di Kecamatan Long Apari. Karena biarpun duitnya ada, tetapi kalau barangnya tidak ada, sama saja,” ungkap Suhuk.
Pemkab Mahulu akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan pemerintah pusat agar bantuan tahap berikutnya dapat segera diterima dan disalurkan kepada masyarakat, khususnya di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.
Melalui evaluasi dan penguatan koordinasi tersebut, pemerintah berharap penyaluran bantuan tahap kedua dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terdampak kemarau panjang.(Prokopim/vta)
Bagikan Artikel Ini